Introduction to JUnit, Eclipse dan Netbeans
JUnit , why?
JUnit adalah suatu framework yang berisi kelas-kelas untuk melakukan testing yang terotomasi pada aplikasi kita. Kenapa pake JUnit? Toh bisa kan kita running aplikasi kita, masukkin value, enter, dan lihat apakah hasil yang ditampilkan sesuai dengan yang diinginkan. Jika tidak, saatnya mendebug, membongkar code, perbaiki, compile, run, dan test lagi ( dst , dst ,dst).
Untuk aplikasi kecil mungkin hal tersebut mudah dilakukan. Tapi ketika aplikasi sudah membesar, testing manual menjadi hal yang teramat mengerikan ( terlebih jika code yang ada dikerjakan oleh programmer amatiran seperti saya). Bayangkan jika anda harus mengetes proses registrasi dengan jumlah field yang harus dimasukkan sekitar 20. Itu baru satu proses. Pada proses transaksi jual beli, mungkin saja ada yang namanya beberapa skenario yang mungkin terjadi. Debug, Recompile, Run, and Test. Begitu seterusnya. Dengan bantuan JUnit, hidup anda akan menjadi sedikit lebih mudah.
Mock Object
JUnit memang bagus. Tapi ada kasus di mana terjadi dependencies dengan Object dari class lain, di mana test menggunakan JUnit, kita melakukan isolasi dengan melakukan test pada satu kelas tertentu. Misal saya punya Class Bell, bagian dari alarm, yang membutuhkan Class Waktu. Saya ingin test apakah pukul jam 6 Bell akan berbunyi. Tapi saya melakukan test pada jam 10 malam. Apakah saya harus menunggu sampai pukul jam 6 untuk melihat Bell saya berbunyi atau tidak?
Maka Mock Object pun digunakan untuk menciptakan kondisi dan lingkungan di mana semua hal dapat diatur. Saya akan menskenariokan dan membuat seakan2 Class Waktu saya menunjukkan pukul 6.00, dan test terhadap Class Bell saya pun dapat dilakukan.
Eclipse dan NetBeans
Eclipse adalah salah satu IDE untuk JAVA yang sangat populer. Begitu pula dengan Netbeans. Pertanyaannya , mengapa mengunakan IDE? Bukankah programming dapat menggunakan Notepad sekalipun? Produktifitas. Itulah jawabannya mengapa IDE sangat digemari. Di dunia kerja, produktifitas adalah yang utama, namun kualitas harus diperhatikan. Terkadang karena kita terlampau penuh memikirkan mengenai logic business yang harus diimplementasikan (seperti yang kita ketahui, kemampuan multithreading otak manusia sangatlah minim), kita lalai menulis code secara benar (lupa import package, deklarasi, bahkan semicolon). Saat seperti itulah IDE terasa sangat membantu. Kita dapat berkonsentrasi pada permasalahan , dan bukannya pada hal-hal trivia.
Eclipse dan Netbeans secara umum sama menawarkan beberapa fitur sama. Project file management, package, build, javadoc, bahkan refactoring dan masih banyak. Auto complete dan auto compile on the run juga menjadi hal yang sangat membantu di mana sambil mengetik kita bisa diingatkan langsung ketika kita membuat kesalahan syntax ( tanpa terlebih dahulu kita melakukan compile dan running).
Refactoring
Topik tambahan by request.
Code refactoring is the process of changing a computer program‘s code to make it amenable to change, improve its readability, or simplify its structure, while preserving its existing functionality.
Berikut di atas cuplikan pengertian Code Refactoring dari wikipedia. Ada kalanya setelah process development yang panjang, kita ingin merapikan code ( mengganti name convention, penamaan variable agar lebih tepat sasaran dan sekaligus menjadikannya self explanatory). Ilustrasi yang paling mudah adalah misal kita mempunya package “com.balicamp.reflect” . Dalam package tersebut kita memiliki 100 class. Nah biasa tanpa refactoring tools, apa yang kita lakukan? membuka satu persatu class, dan merename satu persatu? Dengan refactoring, kita dapat merubah langsung nama package kita menjadi yang kita mau misal “com.balicamp.reflection” ( di eclipse, klik kanan pada nama package, pilih refactor dan pilih rename).
selengkapnya di http://en.wikipedia.org/wiki/Refactoring
1 Comment »
Leave a Reply
-
Archives
- August 2008 (25)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
DY..
jelasin lah..refactor itu apa..
banyak sekali yg tidak ku mengerti..